Minuman berenergi

Ini bahaya mengkonsumsi minuman berenergi berlebih

Bekasi (Mautaubanget.com) - Minuman berenergi (Energy Drink) adalah jenis minuman yang ditujukan untuk menambah energi seseorang yang meminumnya. Bagi beberapa kalangan, minuman berenergi diminum dengan tujuan untuk mencegah kantuk.

Jika umumnya di luar negeri (Amerika Serikat), minuman energi digolongkan sebagai minuman ringan, di Indonesia, minuman berenergi digolongkan sebagai minuman kesehatan.

Memang, minuman berenergi dapat menambah semangat dan energi karena mengandung zat yang dapat meningkatkan peredaran darah dan memicu jantung lebih aktif.

Beberapa kandungan minumen berenergi yang dapat membahayakan kesehatan jika berlebihan antara lain:

Kafein
Kafein adalah senyawa alkaloid xantina berbentuk kristal dan berasa pahit yang bekerja sebagai obat perangsang psikoaktif dan diuretik ringan. Kafeina merupakan obat perangsang sistem pusat saraf pada manusia dan dapat mengusir rasa kantuk secara sementara. Kafein dapat menyebabkan kecanduan ringan. Pada saat sudah mengalami ketergantungan,  lalu berhenti mengkonsumsi kafein, tubuh menjadi terlalu sensitif terhadap adenosina dan menyebabkan tekanan darah turun secara mendadak yang seterusnya mengakibatkan sakit kepala dan gejala-gejala lainnya

Terlalu banyak kafein dapat menyebabkan keracunan kafein. Gejalanya antara lain adalah keresahan, kerisauan, insomnia, keriangan, muka merah, kerap kencing (diuresis), dan masalah gastrointestial. Gejala-gejala ini bisa terjadi walaupun hanya 250 mg kafeina yang dikonsumsi. Jika lebih dari 1g kafein dikonsumsi dalam satu hari, gejala seperti kejang otot, kekusutan pikiran dan perkataan, gangguan pada denyutan jantung dan gejolak psikomotor bisa terjadi. Keracunan kafein juga bisa mengakibatkan kepanikan dan penyakit kerisauan.

Walaupun masih aman bagi manusia, kafeina, teofilina, dan teobromina (pada kakao) lebih beracun bagi sebagian hewan, seperti kucing dan anjing karena perbedaan dari segi metabolisme hati.

Konsumsi kafein bagi orang dewasa sebaiknya tidak melebihi 400 miligram per hari. Sementara itu, batas toleransi kafein bagi remaja adalah 100 miligram per hari atau setara dengan secangkir kopi. Sedangkan anak-anak sebaiknya tidak mengonsumsi kafein secara rutin.

Gula
Idealnya, kita hanya membutuhkan 4 sendok makan atau 50 gram gula per hari. Akan tetapi gula bukan hanya di minuman. Gula alami sudah terkandung dalam buah-buahan segar. Jadi sebenarnya kita tidak perlu tambahan gula lagi. Gula juga ada pada nasi, ada pada makanan yang mengandung karbohidrat. Kita harus mengingat bahwa banyak makanan lain yang mengandung gula. Sebagai contoh dalam sebuah donat, sudah terkandung kurang lebih 1,5 sendok gula. Jika kita telah memakan donat sebanyak 2, maka kita sudah mengkonsumsi 75% kebutuhan gula dalam sehari. Jika kemudian kita meminum kopi atau teh dengan gula sebanyak 1 sendok, maka kebutuhan gula kita dalam sehari sudah terpenuhi.

Selanjutnya, jika kita memakan makanan lainnya, apalagi yang banyak mengandung gula, sudah dipastikan bahwa kita mengkonsumsi gula berlebih. Selain tinggi kandungan kafein, minuman berenergi juga dapat mengandung kadar gula yang berlebihan. Sekaleng minuman berenergi bisa mengandung lebih dari 30 gram gula. Minuman yang tinggi kadar gula berkaitan dengan beberapa kondisi berikut.

Kelebihan gula dapat mengakibatkan diabetes, gagal ginjal, tekanan darah tinggi, obesitas., kadar kolesterol tinggi dan diduga dapat meningkatkan risiko penyakit.kardiovaskular.

Vitamin B12
Vitamin B hanya bisa memberikan manfaat jika dilengkapi dengan keberadaan vitamin-vitamin pendukung lainnya dalam tubuh. Jumlah yang dianjurkan per hari 6 mcg. Vitamin B12 membantu pembentukan sel darah merah/mencegah anemia dan mempertahankan kesehatan sistim susunan syaraf. Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B12 diantaranya kurang darah atau anemia, mudak lelah dan lesu, penyakit pada kulit, dan sebagainya. Sumber yang mengandung vitamin B12 antara lain telur, hati, daging, dan lainnya. Sebenarnya keadaan Vitamin B12 rendah di dalam tubuh sangat jarang terjadi karena Vitamin B12 tersedia untuk beberapa tahun ke depan di dalam hati kita.

Mengkonsumsi Vitamin B12 secara berlebihan mungkin mengalami diare, gatal-gatal atau peningkatan risiko pembekuan darah. Pada kasus yang parah, dapat menyebabkan nyeri dada, pembengkakan wajah, lidah, atau bibir, pembengkakan tubuh, kelemahan otot, demam, menggigil, memar atau perdarahan.

Kesimpulannya adalah bukan berarti kita tidak boleh mengkonsumsi minuman berenergi, akan tetapi jika mengkonsumsi terlalu sering dan terlalu berlebih, akan banyak hal yang menjadi efek samping dan mungkin menjadi awal mula dari penyakit kita.

Editor: Adika Hawwari