Gorengan

Batas maksimal penggunaan minyak goreng yang baik dan sehat

Bekasi (Mautaubanget.com) - Gorengan, satu makanan ini perlu kita cermati. Kenapa, bukankah rasanya enak, apalagi masih hangat dan baru digoreng.

Banyak sekali penjual gorengan yang ada di depan rumah kita, di depan stasiun, di terminal bahkan di jalan.

Sangat menarik untuk kita ulas. Awal mula dari kenapa itu tidak sehat dan bahkan menjadi sumber penyebab penyakit adalah dari minyak yang digunakan.

Baca: Benarkah Ikan Lele Mengandung 3000 Sel Kanker?

Banyak argumen kenapa gorengan yang disalahkan. Banyak juga pertanyaan berapa kali sebaiknya minyak goreng digunakan?

Saat menggoreng, minyak akan tercampur dengan bahan makanan yang digoreng dan juga air.

Hal ini akan menyebabkan minyak bereaksi dan teroksidasi dan terbentuk senyawa akrilamid.

Akrilamida atau amida akrilat adalah senyawa organik sederhana dengan rumus kimia C3H5NO dan berpotensi berbahaya bagi kesehatan yang dapat menyebabkan kanker atau karsinogenik. Nama IUPAC-nya adalah 2-propenamida.

Semakin sering minyak digunakan semakin banyak kandungan senyawa-senyawa berbahaya tersebut.

Semakin banyak minyak goreng digunakan, juga menyebabkan kandungan lemak jenuh semakin tinggi.

Lemak jenuh sebagai pemicu tingginya kolesterol tubuh.

Menjawab pertanyaan berapa kali sebaiknya minyak goreng digunakan? Dihimpun dari berbagai sumber, ada yang memperbolehkan hingga tiga kali, ada yang hingga empat kali tapi ada juga yang memperolehkan hanya dua kali.

Hal ini bergantung dari kondisi minyak goreng itu sendiri. Jika minyak sudah terlihat hitam dan berbau, meski baru digunakan sekali sebaiknya tidak kita gunakan lagi.

Dapat disimpulkan batas maksimal penggunaan minyak goreng, sebaiknya minyak goreng tidak digunakan lebih dari tiga kali.

Itu adalah dalam kondisi menggoreng di tempat bersih, tidak banyak debu.

Sekarang kita bandingkan dengan menggoreng di pinggir jalan, di terminal, atau bahkan di mobil pick up, karena sekarang ramai penjual tahu bulat.

Kondisi jalan yang sangat berdebu, minyak goreng tersebut pasti sudah banyak terkontaminasi banyak debu bahkan senyawa kimia lainnya. Mestinya, digunakan 2 kali pun sudah sangat beresiko.

Pertanyaan selanjutnya adalah berapa kali minyak goreng itu digunakan oleh penjual gorengan, penjual tahu bulat, penjual pecel ayam, pecel lele dan seterusnya yang berjualan di jalan, atau di pinggir jalan?

Silahkan anda nilai sendiri. Jika kita mau lebih sehat, belilah tahu bulat mentah dan goreng sendiri, belilah ayam mentah dan goreng sendiri, intinya belilah bahan mentah atau setengah jadi lalu goreng sendiri.

Kesehatan itu sangat mahal, tapi jika kita mau menjaga kesehatan, niscaya lebih murah.

Semoga Tuhan selalu menjaga kesehatan kita dan keluarga kita semua.

Editor: Adika Hawwari