Tips menghadapi bos dan atasan yang buruk

Atasan yang buruk (Sumber: Entrepreneur)

Tips menghadapi bos dan atasan yang buruk

Tips & Trik

20 April 2017 859 views

10 komentar
Beberapa karyawan mengatakan bahwa ketika mereka resign, mereka meninggalkan manajer dan bukan perusahaan. Mungkin benar, karena data dari Asosiasi Psikologi Amerika mengungkapkan bahwa sekitar 75% dari karyawan Amerika menganggap atasan dan manajer mereka sebagai penyebab stres utama mereka di tempat kerja. Namun, hanya 59% dari memilih tidak resign.

Kenapa karyawan menolak untuk meninggalkan pekerjaan mereka jika mereka tidak bahagia? Masalahnya, karyawan telah terbiasa dengan lingkungan stres. Hal ini menyebabkan keadaan di mana seorang pekerja kehilangan motivasi untuk mencari kesempatan kerja lain dengan budaya yang lebih baik dan lebih sehat.

Penelitian dari Harvard Business School dan Stanford University, berdasarkan data lebih dari 200 studi, menarik kesimpulan bahwa memiliki atasan yang buruk sama saja seperti terkena dampak perokok pasif. Selain itu, tinggal lebih lama di lingkungan pekerjaan yang menyebabkan stres yang berlebihan pada karyawan juga menimbulkan risiko bagi kesehatan fisik dan mental.

Alasan utama mengapa karyawan stres di tempat kerja adalah perasaan bahwa mereka bisa kehilangan pekerjaan setiap saat. Akibatnya, karyawan ini cenderung bekerja lebih sehingga mereka dapat memberikan output yang lebih baik, sebuah praktek yang akibatnya menempatkan mereka 50% lebih beresiko pada masalah kesehatan dibandingkan dengan karyawan lainnya. Selain itu, pekerja yang memiliki tanggung jawab lebih meningkatkan risiko tersebut sebesar 35%.

Namun, dalam beberapa kasus, atasan Narsisistik dan menyebalkan mudah sekali dikenali. Mereka mengatakan hal-hal seperti, "Kamu beruntung saya memberimu pekerjaan," atau yang lebih menyakitkan, "Kamu tidak pernah belajar."

Baca: 7 Tanda Peringatan Orang Narsisis Memanipulasi Anda

Jika menerima perlakuan yang kurang baik dari atasan atau manajer, belajarlah bagaimana untuk menghadapinya. Dan karena kita tidak dapat mengontrol bagaimana mereka bertindak, kita hanya perlu memikirkan bagaimana kita menanggapi.
Stres karena atasan (Sumber: incentivetravelgroup)
Stres karena atasan (Sumber: incentivetravelgroup)

Untuk membantu mengatasi masalah ini, cobalah untuk membuat daftar dari hal-hal yang harus dicapai setiap hari dan kemudian centang setiap item setelah selesai.

Strategi ini dapat memberikan perasaan lebih produktif dan dapat memicu perasaan positif. Matikan ponsel dan tidak memeriksa email pekerjaan di akhir pekan juga dapat memberikan ruang yang dibutuhkan dan membantu menyegarkan badan dan pikiran kita.

Copyright © Mautaubanget.com 2017

Tag: Stres Pekerjaan Tips Kerja

Author: Adika Hawwari

Seorang yang belajar menjadi programmer, hobi dengan dunia internet yang banyak memberi manfaat dan mencoba berbagi pengalaman. Semoga bermanfaat bagi kita semua.